Jejak Suci Danghyang Nirartha.
Jejak Suci Danghyang Nirartha. Di masa keruntuhan Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-15, Dang Hyang Nirartha memulai perjalanan suci yang disebut Dharmayatra dari Pulau Jawa menuju Pulau Bali dengan tujuan menyebarkan dan memperkokoh ajaran agama Hindu. Saat menyusuri pesisir pantai selatan Bali, matanya tertuju pada sebuah pulau karang kecil yang bentuknya sangat indah dan unik, yang oleh warga setempat dikenal dengan nama Gili Beo, yang artinya batu karang yang rupa-rupanya menyerupai burung beo. Begitu mendekat ke tempat itu, Nirartha merasakan aliran energi suci yang begitu kuat dan menenangkan, sehingga ia pun memutuskan untuk berhenti sejenak, beristirahat, dan melakukan pemujaan serta bermeditasi di atas batu karang yang suci tersebut. Tak lama kemudian, kedatangan serta kebijaksanaan ajaran yang disampaikan Dang Hyang Nirartha dengan cepat menyentuh hati masyarakat sekitar, sehingga banyak dari mereka yang datang untuk mendengarkan dan mengikutinya. Hal ini justru memicu ...