Jejak Dalem Kubakal.
Jejak Dalem Kubakal.
Dalam kekayaan literatur kuno Bali yang tersimpan rapi di dalam lembaran-lembaran lontar, terdapat banyak catatan yang mengisahkan tentang asal-usul, keturunan, pembagian wilayah kekuasaan, serta aturan adat yang berlaku di masa lalu. Salah satu tokoh yang namanya tercatat secara spesifik dalam naskah-naskah tersebut adalah sosok yang dikenal sebagai Dalem Kubakal. Pemahaman mengenai siapa sosok ini, kedudukannya, serta peranannya dalam sejarah tatanan masyarakat Bali kuno, sangat bergantung pada dua sumber utama yang menjadi rujukan mutlak, yaitu Lontar Pyagem Pasek Kubakal dan Lontar Babad Pasek. Kedua naskah ini menjadi saksi bisu yang paling otentik dan terperinci dalam mengungkap jejak sejarah dari salah satu cabang keturunan bangsawan Pasek yang sangat berpengaruh pada masa kejayaan Kerajaan Gelgel.
Pertama dan yang paling utama, sumber yang secara khusus, mendetail, dan langsung membahas mengenai sosok ini adalah Lontar Pyagem Pasek Kubakal. Sesuai dengan judulnya, lontar ini memang disusun dengan tujuan khusus untuk mencatat segala hal yang berkaitan dengan Pasek Kubakal. Naskah ini bahkan telah tercatat dan terdokumentasi dalam basis data penulisan kuno seperti Wikisource dengan judul yang sama persis, menegaskan keberadaan dan keasliannya sebagai karya sastra sejarah yang sah. Isi dari lontar ini bukan sekadar cerita sejarah belaka, melainkan berisi catatan berbentuk piagam, ketetapan, maupun aturan-aturan yang berlaku khusus bagi keturunan dan anggota keluarga besar Pasek Kubakal. Di dalamnya tertuang hak, kewajiban, tata cara adat, serta segala ketentuan yang menjadi pedoman hidup dan tatanan organisasi bagi garis keturunan ini sejak masa awal pembentukannya. Oleh karena sifatnya yang spesifik dan langsung menyasar pada sosok serta garis keturunan tersebut, lontar ini dianggap sebagai sumber paling murni dan paling tepat jika seseorang ingin menelusuri sejarah, silsilah, maupun aturan-aturan adat yang khusus melekat pada kelompok Pasek Kubakal.
Selain lontar yang bersifat ketetapan dan aturan tersebut, gambaran mengenai keberadaan dan kedudukan Dalem Kubakal juga dapat ditemukan di dalam naskah sejarah besar lainnya yang sangat terkenal, yaitu Lontar Babad Pasek. Lontar ini merupakan salah satu karya sastra sejarah yang menjadi tulang punggung pemahaman mengenai sejarah asal-usul dan penyebaran seluruh cabang keturunan Pasek di Pulau Dewata. Di dalam Babad Pasek, kisah mengenai Dalem Kubakal tercatat dalam konteks sejarah pembagian wilayah kekuasaan dan penempatan tokoh-tokoh penting pada masa pemerintahan Dalem Di Made, salah satu raja besar yang memerintah di Kerajaan Gelgel. Dalam teks lontar tersebut tertulis kalimat yang sangat jelas dan menjadi penanda sejarah penting: "De Pasek Kubakal di Banjar Dalundungan". Kalimat sederhana namun sarat makna ini memberikan informasi krusial bahwa pada masa itu, De Pasek Kubakal mendapatkan tugas, kedudukan, dan wilayah kekuasaan yang ditetapkan secara resmi, yaitu di wilayah Banjar Dalundungan. Catatan ini membuktikan bahwa sosok tersebut memegang peran penting sebagai pemimpin wilayah yang ditunjuk langsung oleh pusat kekuasaan kerajaan. Sebagai bukti fisik yang nyata, naskah Babad Pasek ini hingga kini masih tersimpan dan terawat dengan baik di lembaga pelestarian naskah kuno terkemuka, Gedong Kirtya Singaraja, dengan kode inventarisasi Va. 963/6, sehingga dapat diakses dan diteliti oleh siapa saja yang ingin mendalaminya.
Untuk memahami makna gelar dan kedudukan dari sosok yang dibahas dalam kedua lontar tersebut, perlu diluruskan terlebih dahulu pemahaman mengenai istilah yang digunakan. Sering kali muncul anggapan bahwa Dalem Kubakal adalah nama seorang raja atau penguasa tertinggi, namun hal itu kurang tepat. Berdasarkan isi dari kedua sumber di atas, dapat dipahami dengan jelas bahwa istilah "Dalem Kubakal" bukanlah nama raja, melainkan sebuah gelar jabatan atau sebutan kedudukan. Sosok yang dimaksud adalah De Pasek Kubakal, yang merupakan salah satu dari sekian banyak cabang keturunan Pasek yang memiliki kedudukan tinggi dan dipercaya oleh raja. Ia adalah tokoh yang diangkat dan diberi wewenang secara langsung oleh Dalem Di Made, raja yang berkuasa di Gelgel saat itu, untuk memimpin dan mengurus wilayah yang telah ditentukan, yakni Banjar Dalundungan. Posisi ini menunjukkan bahwa De Pasek Kubakal adalah bagian dari struktur pemerintahan kerajaan, tokoh bangsawan yang berperan sebagai penyangga kekuasaan pusat di wilayah-wilayah tertentu, serta penjaga tatanan adat dan keamanan di daerah yang menjadi tanggung jawabnya.
Pembahasan mengenai Dalem Kubakal ini juga perlu dibedakan dari sumber-sumber sejarah umum lainnya yang mengulas sejarah raja-raja Bali secara luas. Jika seseorang ingin menelusuri sejarah kerajaan Bali secara menyeluruh, termasuk sejarah mengenai Wangsa Kepakisan atau urutan raja-raja yang memerintah, maka rujukan yang digunakan biasanya adalah naskah seperti Babad Dalem atau Lontar Pemancangah Dalem. Kedua naskah tersebut memuat gambaran besar sejarah politik dan silsilah raja-raja yang berkuasa. Namun, jika tujuan pembahasan atau penelitian tersebut dikhususkan untuk menyingkap sejarah, silsilah, wilayah kekuasaan, serta aturan adat yang spesifik menyangkut sosok De Pasek Kubakal dan keturunannya, maka rujukan utama yang mutlak digunakan tetaplah dua naskah yang telah disebutkan di awal, yaitu Lontar Pyagem Pasek Kubakal dan Lontar Babad Pasek.
Keberadaan kedua lontar ini sangatlah berharga karena menjadi bukti tertulis bahwa struktur sosial dan pemerintahan di Bali kuno sangat teratur, rinci, dan terdokumentasi dengan baik. Melalui lembaran-lembaran daun lontar yang bertahan ratusan tahun itu, kita mengetahui bagaimana seorang tokoh seperti De Pasek Kubakal mendapatkan tempat, tugas, dan wilayahnya, bagaimana aturan adat ditetapkan untuk keturunannya, serta bagaimana sejarah perjalanan salah satu elemen penting dalam masyarakat Bali masa lalu tercatat rapi. Warisan tulisan ini bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan jembatan yang menghubungkan generasi masa kini dengan akar sejarah, asal-usul, dan jati diri budaya Bali yang kaya, mendalam, dan terstruktur rapi sejak zaman kerajaan dahulu kala.
Komentar