Jejak Pasek Tutuan dalam Sejarah.

Jejak Pasek Tutuan dalam Sejarah.
 
Dalam khazanah sejarah dan silsilah keluarga besar Pasek di Bali, trah Pasek Tutuan memiliki tempat tersendiri. Meskipun naskah atau lontar yang secara spesifik dan eksklusif membahas tentang trah ini jumlahnya tidak sebanyak cabang-cabang Pasek lainnya, namun keberadaannya sangat tercatat dengan jelas dan memiliki akar yang kuat.
 
Berdasarkan sumber-sumber yang ada, rujukan utama untuk menelusuri asal-usul Pasek Tutuan tertuang dalam Babad Pasek – Cabang Tutuan. Di dalam naskah tersebut dijelaskan bahwa Pasek Tutuan merupakan salah satu cabang dari rumpun besar Pasek Sanak Sapta Rsi. Garis keturunannya dapat ditelusuri kembali hingga ke sosok Mpu Ketek, yang kemudian menurunkan Arya Kepasekan. Dari jalur inilah kemudian berkembang berbagai keluarga besar, termasuk yang menjadi cikal bakal Pasek Tutuan.
 
Secara lebih rinci, silsilah yang menghubungkan dengan trah ini tercatat berlanjut dari Arya Kepasekan kepada Kyayi Agung Pemacekan. Dari Kyayi Agung Pemacekan inilah lahirlah tokoh-tokoh penting seperti Kyayi Pasek Gelgel, Kyayi Pasek Denpasar, dan lainnya, yang kemudian garis keturunannya bercabang-cabang lagi menjadi berbagai marga, termasuk di dalamnya adalah keluarga Pasek Tutuan.
 
Secara geografis, trah Pasek Tutuan banyak berkembang dan bermukim di wilayah Badung dan Tabanan. Bukti fisik dan pusat pemujaan leluhur mereka terwujud dalam Pura Kawitan Pasek Tutuan yang terletak di Desa Tutuan, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Pura ini menjadi tempat suci di mana warisan leluhur terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
 
Lontar-lontar yang membahas tentang Pasek Tutuan umumnya masuk dalam kategori babad dan tutur, yang berisi catatan sejarah, perjalanan, serta aturan adat istiadat yang dijunjung tinggi. Hingga saat ini, naskah-naskah asli tersebut masih tersimpan dengan baik dan dirawat dengan penuh hormat, baik di lingkungan Pura Kawitan Pasek Tutuan sendiri maupun di berbagai Griya dan tempat tinggal para penglingsir atau ketua keluarga yang bertugas menjaga warisan tersebut.
 
Sebagai catatan penting bagi para keturunannya, jika ingin menelusuri jejak leluhur soroh Pasek Tutuan, maka rujukan utamanya tetaplah pada Babad Pasek cabang Tutuan. Di situlah tertulis dengan jelas asal-usul, perjalanan, dan jati diri mereka sebagai bagian dari keluarga besar Pasek yang memiliki sejarah panjang dan mulia di Pulau Dewata.

Komentar