Jejak Arya Tatar:
Jejak Arya Tatar.
Di antara deretan nama besar para bangsawan yang datang dari tanah Jawa untuk menancapkan pengaruh dan membangun peradaban di Pulau Bali, nama Arya Tatar tercatat dengan tinta emas dalam berbagai naskah lontar kuno. Sosok ini merupakan salah satu ksatria tangguh yang ikut serta dalam ekspedisi besar yang dipimpin oleh Patih Gajah Mada pada tahun 1343 Masehi, bersama dengan rombongan utama yang dipimpin oleh Sri Kresna Kepakisan. Keberadaan beliau bukan sekadar catatan sejarah, melainkan akar dari banyaknya keluarga besar yang kini tersebar di berbagai penjuru Bali, khususnya di wilayah Tabanan dan kawasan timur Buleleng.
Sumber sejarah yang paling jelas menceritakan tentang sosok ini terdapat dalam Lontar Babad Arya Tabanan yang juga dikenal sebagai Babad Arya Tatar. Di dalam naskah tersebut, Arya Tatar disebut sebagai salah satu trah atau keturunan bangsawan Arya yang memiliki peran penting dalam penyebaran pemerintahan pasca kedatangan Majapahit. Disebutkan bahwa banyak dari keturunannya yang memilih untuk menetap dan mengembangkan wilayah di daerah Tabanan, serta menyebar hingga ke kawasan Buleleng bagian timur, membawa serta budaya, adat, dan kearifan lokal yang hingga kini masih terjaga.
Catatan penting lainnya termuat dalam Lontar Babad Dalem, yang mencatat daftar lengkap sebelas orang Arya yang menjadi pengiring setia Sri Kresna Kepakisan. Dalam daftar tersebut, Arya Tatar memiliki posisi yang istimewa sebagai salah satu dari kelompok Arya Dauh Tukad. Wilayah kekuasaan yang dipercayakan kepadanya mencakup daerah Bali Barat dan Utara, menunjukkan betapa besar kepercayaan yang diberikan oleh kerajaan induk kepada beliau untuk menjaga perbatasan dan wilayah yang strategis tersebut.
Lebih detail mengenai penyebaran wilayah tempat tinggal atau linggih-nya tertulis rapi dalam Lontar Pamancangah Arya di Bali, sebuah koleksi berharga yang tersimpan di Museum Gedong Kirtya. Naskah ini memuat silsilah lengkap serta catatan perpindahan atau pengelingsir para Arya dari satu tempat ke tempat lain. Disebutkan dengan jelas bahwa Arya Tatar memiliki wilayah kekuasaan dan tempat tinggal yang membentang luas, mulai dari daerah Pupuan, Selemadeg, hingga mencapai kawasan Tejakula di ujung utara. Ini membuktikan bahwa pengaruh dan jejak langkah beliau sangat luas dan kuat di wilayah barat hingga utara pulau ini.
Menariknya, dalam beberapa versi Lontar Babad Pasek, nama Arya Tatar juga dikaitkan sebagai leluhur dari beberapa soroh atau marga Pasek. Disebutkan bahwa pada masa kerajaan Gelgel, terdapat keturunan beliau yang melakukan tradisi nyineb wangsa atau menyembunyikan nama asli wangsa mereka dan menggunakan gelar Pasek, sehingga menjadikan beliau sebagai cikal bakal dari beberapa keluarga Pasek yang ada di Bali hingga saat ini.
Perlu diketahui juga bahwa dalam penulisan sejarah, nama beliau memiliki beberapa variasi penyebutan, terkadang ditulis sebagai Arya Tattar atau Arya Datar, namun semuanya merujuk pada sosok yang sama. Di kawasan Tejakula sendiri, sejarah lisan dan naskah mencatat bahwa keturunan Arya Tatar memiliki peran yang sangat erat, bahkan konon ikut serta dalam proses babak atau pembagian wilayah bersama dengan tokoh besar lainnya seperti Arya Belog dan Arya Kenceng. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun wilayahnya terpisah, ikatan persaudaraan dan kerja sama antar para Arya tetap terjalin dengan kuat.
Bagi yang ingin menelusuri lebih dalam mengenai kisah perjalanan dan silsilah beliau, naskah-naskah aslinya dapat ditemukan dan dibaca di Museum Gedong Kirtya yang terletak di Singaraja. Tepatnya dalam kategori koleksi Babad, dengan nomor katalog lontar Babad Arya, di mana kisah kehebatan Arya Tatar tertulis abadi sebagai bukti bahwa beliau adalah salah satu pilar pendiri peradaban di tanah air ini.
Komentar