Jejak Gusti Arya Nyambu.

Jejak Gusti Arya Nyambu

Setelah kita mengenal sosok Arya Belog atau yang juga dikenal dengan sebutan Arya Tan Wikan, maka tidak lengkap rasanya jika tidak menelusuri jejak keturunannya yang juga meninggalkan nama harum di bumi Tabanan. Salah satu putra yang paling dikenal dan memiliki peran besar dalam pembukaan wilayah adalah Gusti Arya Nyambu. Kisah mengenai keberadaan beliau, silsilahnya, serta wilayah yang dipimpinnya tertulis dengan sangat rapi dan jelas dalam berbagai naskah lontar kuno yang hingga kini masih terawat baik sebagai pusaka keluarga maupun warisan budaya.
 
Sumber yang paling lengkap dan menjadi rujukan utama adalah Lontar Babad Arya Tabanan. Di dalam naskah suci ini, diceritakan bahwa Arya Belog atau Arya Tan Wikan adalah anak bungsu dari enam putra keturunan Raja Kahuripan, yang kemudian menurunkan banyak sekali keluarga bangsawan di wilayah Tabanan. Salah satu garis keturunannya yang sangat menonjol adalah Gusti Arya Nyambu. Beliau ditunjuk atau memiliki wilayah kekuasaan di daerah yang kini dikenal sebagai Desa Nyambu. Tidak hanya itu, beliau juga merupakan tokoh yang gigih melakukan babat alas atau membuka hutan belantara di kawasan Kaba-Kaba, sehingga wilayah tersebut dapat dihuni dan menjadi pusat pemerintahan yang kuat hingga melahirkan Puri Kaba-Kaba yang sangat kita kenal sekarang.
 
Kisah ini juga diperkuat oleh catatan dalam Lontar Babad Arya, yang merupakan naskah umum menceritakan perjalanan para Arya dari Majapahit. Pada bagian yang membahas tentang kelompok Sad Arya atau enam bersaudara, terdapat rincian khusus mengenai keturunan Arya Belog. Di sana disebutkan dengan jelas nama Gusti Arya Nyambu sebagai salah satu putranya yang bertugas ngamong atau memimpin dan menjaga wilayah Nyambu. Ini menandakan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya sangat besar, dan beliau mampu menjalankan tugas tersebut dengan sangat baik sehingga nama tempat tersebut pun diabadikan menjadi bagian dari gelar dan identitas beliau.
 
Selain itu, dalam Lontar Babad Keloping yang secara khusus mencatat silsilah turun-temurun dari Arya Belog hingga ke pembentukan pura-pura dadia atau keluarga, nama Gusti Arya Nyambu juga tercatat dengan sangat jelas. Lontar ini merinci bagaimana beliau beserta saudara-saudaranya menyebar di berbagai penjuru Tabanan, masing-masing membuka desa dan membentuk klan keluarga yang kokoh. Keberadaan catatan ini membuktikan bahwa Gusti Arya Nyambu bukanlah tokoh fiksi belaka, melainkan sosok nyata yang menjadi akar dari banyaknya masyarakat di Tabanan yang hingga kini masih memegang teguh tradisi leluhurnya.
 
Ada pula Lontar Babad Kaba-Kaba, yang merupakan naskah khusus atau kawitan yang dimiliki langsung oleh keluarga di Puri Kaba-Kaba. Di dalam lontar inilah tersimpan rapi segala hal mengenai leluhur utama mereka, yaitu Gusti Arya Nyambu. Naskah ini memuat tidak hanya silsilah, tetapi juga bhisama atau pesan-pesan suci, hari suci piodalan, serta urutan para sentana atau keturunan yang meneruskan garis darah dari Arya Belog turun kepada Gusti Arya Nyambu. Lontar ini menjadi bukti otentik yang paling sakral bagi keluarga di Puri tersebut, menjadi pedoman hidup dan penghormatan kepada para pendahulu.
 
Berdasarkan rangkaian catatan silsilah dari berbagai lontar tersebut, terlihat jelas bahwa alurnya adalah Arya Belog / Arya Tan Wikan kemudian berputra, dan salah satu putranya adalah Gusti Arya Nyambu. Beliau inilah yang kemudian melakukan pembukaan wilayah di Desa Nyambu dan Kaba-Kaba, Tabanan. Sebagai tanda penghormatan dan bukti kekuatan spiritualnya, hingga kini terdapat Pura Padharman atau tempat pemujaan roh leluhur beliau yang terletak di kawasan Pura Besakih, yang dikenal dengan sebutan Pura Padharman Kaba-Kaba atau sering juga disebut Padharman I Gusti Ngurah Patandakan. Keberadaan pura ini menjadi saksi bisu bahwa jasa dan roh beliau senantiasa dimohonkan keselamatannya dan dihormati oleh seluruh keturunannya.
 
Bagi siapa saja yang ingin membuktikan keaslian kisah ini dengan melihat naskah aslinya, salinan dari Babad Arya Tabanan banyak tersimpan dengan baik di Museum Gedong Kirtya yang terletak di Singaraja, tepatnya dalam kategori koleksi Babad. Selain itu, salinan asli atau turunan dari lontar kawitan ini biasanya juga masih tersimpan rapi dan terjaga kesuciannya di lingkungan keluarga besar Puri Kaba-Kaba sebagai barang pusaka yang tak ternilai harganya. Melalui tulisan-tulisan kuno inilah sejarah tetap hidup, dan nama Gusti Arya Nyambu akan terus dikenang sebagai pahlawan pembuka jalan di tanah Tabanan.

Komentar