Babad Arya Tatar.
Di tengah tanah Bali yang kaya akan warisan budaya dan sejarah yang mendalam, terdapat nama yang selalu muncul ketika membicarakan akar keturunan bangsawan dan peran penting dalam membentuk jalannya peradaban pulau dewata—Arya Tatar. Kisahnya tidak hanya menyambung tali hubungan dengan sejarah kerajaan Jawa kuno, tetapi juga menjadi bukti bagaimana ikatan darah dan dedikasi bisa menyebar hingga ke pelosok tanah, meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam kehidupan masyarakat Bali. Beliau adalah keturunan langsung dari Mpu Purwa, sosok yang memiliki kedudukan istimewa karena merupakan kakak dari Ken Dedes—sang ratu yang menjadi bagian penting dalam sejarah kerajaan Singhasari di Jawa. Mpu Purwa sendiri dikenal sebagai tokoh yang cerdas dan memiliki wawasan mendalam tentang pemerintahan serta agama, dan sifat-sifat mulia tersebut kemudian diteruskan kepada anaknya bernama Arya Tatar.
Pada masa tertentu dalam sejarah, Arya Tatar memutuskan untuk meninggalkan tanah kelahirannya di Jawa dan mencari perjalanan menuju pulau Bali. Alasan dibalik perjalanannya tidaklah jelas dalam catatan sejarah yang ada, namun dipercaya bahwa beliau datang dengan tujuan untuk menyebarkan ajaran agama, memperkuat hubungan antar daerah, serta membangun kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di tanah yang baru. Ketika tiba di Bali, Arya Tatar segera diterima dengan hangat oleh masyarakat setempat, yang melihat dalam dirinya sosok yang memiliki kebijaksanaan dan kemampuan untuk membawa perubahan positif. Beliau kemudian menetap dan membangun keluarga di pulau ini, dan seiring berjalannya waktu, keturunannya mulai menyebar ke berbagai daerah, membentuk cabang-cabang keluarga yang masing-masing memiliki peran penting dalam perkembangan Bali. Dari Arya Tatar lahirlah seorang anak yang diberi nama Ki Gusti Pasek Agung Anglurah Tatar, sosok yang kemudian menjadi tonggak utama dalam perkembangan garis keturunan Pasek Tatar di Bali. Beliau membawa nama keluarga dengan bangga dan terus memperkuat posisi keluarga dalam kehidupan masyarakat Bali, baik dalam bidang pemerintahan maupun keagamaan. Dari Ki Gusti Pasek Agung Anglurah Tatar kemudian muncul kelompok keturunan yang dikenal dengan nama De Pasek Tatar atau juga disebut De Pasek Lurah Tatar, yang kemudian menjadi salah satu kelompok bangsawan terkemuka di pulau Bali.
Pada tahun 1324 Masehi, masa pemerintahan raja Sri Tapahulung—yang juga dikenal dengan nama Sri Gajah Waktra atau Sri Gajah Wahana—di Kerajaan Gelgel, De Pasek Tatar diangkat dengan kehormatan menjadi Amancabhumi. Jabatan Amancabhumi merupakan salah satu posisi paling penting dalam struktur pemerintahan Kerajaan Gelgel, yang bertanggung jawab untuk mengelola urusan tanah, memastikan kesejahteraan rakyat, serta menjadi perantara antara raja dengan masyarakat di berbagai daerah. Dengan kedudukan ini, De Pasek Tatar memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Kerajaan Gelgel, yang pada saat itu merupakan pusat kekuasaan utama di Bali. Beliau bekerja sama dengan raja untuk memperkuat sistem pemerintahan, menyebarkan ajaran agama Hindu yang menjadi dasar kehidupan masyarakat Bali, serta membangun sarana dan prasarana yang diperlukan untuk kemajuan pulau ini. Melalui kerja keras dan dedikasi yang tak tergoyahkan, De Pasek Tatar berhasil membawa kemajuan bagi daerah yang dipimpinnya, dan nama keluarga Pasek Tatar semakin dikenal sebagai salah satu yang memiliki peran sentral dalam sejarah Bali.
Seiring berlalunya waktu, keturunan Arya Pasek Tatar terus berkembang dan menyebar ke berbagai penjuru pulau Bali, membentuk cabang-cabang keluarga yang masing-masing memiliki identitas dan peran tersendiri. Di antaranya adalah Pasek Penataran, yang dikenal karena peran pentingnya dalam penyebaran agama dan pemeliharaan tempat-tempat suci di Bali. Kemudian ada Pasek Tenganan, yang menetap di Desa Tenganan Pegringsingan—salah satu desa tertua di Bali yang menjaga tradisi dan budaya kuno dengan ketat. Kelompok lain yang tak kalah penting adalah De Pasek Mangku Bale Agung, yang memiliki peran dalam mengelola urusan keagamaan dan upacara-upacara penting di istana atau tempat-tempat perayaan besar. Tak hanya itu, keturunan Arya Pasek Tatar juga menyebar ke wilayah Buleleng di bagian utara Bali, membentuk Pasek Bale Agung Buleleng yang berperan penting dalam pemerintahan dan perkembangan daerah tersebut, serta Pasek Pidpid yang menetap di daerah Pidpid dan berkontribusi dalam bidang pertanian serta kehidupan sosial masyarakat setempat. Setiap cabang keturunan ini membawa warisan nama Arya Pasek Tatar dengan bangga, dan masing-masing memberikan kontribusi yang berharga bagi perkembangan Bali, terutama dalam hal penyebaran agama Hindu yang menjadi inti dari kehidupan budaya Bali, serta dalam pembangunan sistem pemerintahan yang berdasarkan prinsip keadilan dan rasa hormat terhadap tradisi.
Kisah Arya Pasek Tatar dan keturunannya adalah bukti nyata bagaimana sebuah nama keluarga bisa menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah sebuah daerah. Dari akar yang berasal dari Jawa hingga penyebaran yang luas di seluruh Bali, setiap generasi telah membawa kontribusi yang berarti, menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan sejak zaman dahulu. Hingga kini, nama Pasek Tatar masih dikenal dan dihormati di berbagai daerah di Bali, menjadi simbol dari hubungan yang mendalam antara sejarah Jawa dan Bali, serta bukti bahwa warisan leluhur akan terus hidup selama masih ada orang yang menghargai dan menjaganya.
Komentar